Kamis, 14 Maret 2013

Superhero Indonesia Asli Yang Terlupakan

1. Gundala Putera Petir
http://hermawayne.blogspot.com
Gundala adalah tokoh komik ciptaan Hasmi yang muncul pertama kali dalam komik Gundala Putra Petir pada tahun 1969. Jelas tampak pengaruh komik superhero Amerika pada desain karakter maupun jenis kekuatannya, meskipun alur ceritanya bergaya Indonesia. Lokasi cerita sering digambarkan di kota Yogyakarta meskipun dalam filmnya pada tahun 1982 diceritakan berada di Jakarta.
Berawal dari seorang peneliti jenius bernama Sancaka menemukan serum anti petir. Tenggelam dalam ambisinya sebagai seorang ilmuwan, dia melupakan hari ulang tahun Minarti, kekasihnya, yang berakibat putusnya hubungan mereka. Sancaka yang patah hati berlari dengan hati galau di tengah hujan deras. Tiba-tiba sebuah petir menyambarnya. Dalam keadaan koma ia ditarik oleh suatu kekuatan dari planet lain dan diangkat anak oleh raja Kerajaan Petir yang bergelar Kaisar Kronz, sekaligus diberkati kemampuan super, yaitu bisa memancarkan geledek dari telapak tangannya. Raja Taifun dari kerajaan Bayu memberinya kekuatan lari secepat angin. Sejak itulah, pada waktu-waktu tertentu, ia tampil sebagai jagoan penumpas kejahatan berpakaian hitam ketat dengan sepatu dan cawat berwarna merah. Wajahnya tertutup topeng, hanya tampak mata dan mulutnya, di sisi topengnya terdapat hiasan seperti sayap burung.
2. Godam Manusia Besi
http://hermawayne.blogspot.com
Godam adalah tokoh komik ciptaan Wid NS. Muncul pertama kali dalam judul Memburu Doktor Setan pada tahun 1969. Godam berasal dari dimensi lain yang terdapat negeri yang bernama Godam. Dikarenakan perlawanannya terhadap kekejaman Ratu Candalani, Godam yang masih bayi putra bangsawan negeri Godam menjadi buronan sebagaimana kedua orang tuanya yang dianggap memberontak terhadap kekuasaan Candalani.
3. Aquanus
http://hermawayne.blogspot.com
Aquanus adalah tokoh komik ciptaan Wid NS. Muncul pertama kali dalam judul Aquanus di Planet Vibhy pada tahun 1968. Ketika terjadi penyerangan bangsa Burbur ke planet Zyba, putra angkat raja Sving yang masih bayi dilarikan dengan sebuah roket ke luar angkasa. Roket tersebut jatuh ke lautan di planet bumi. Keluarga pemburu paus memelihara anak yang bernama Dhanus itu.
Bangsa Zyba adalah bangsa yang mampu hidup di darat dan di air, sehingga Dhanus dapat dengan mudah bermain-main ke dasar lautan. Suatu ketika saat menyelam di dasar laut, seseorang yang mengaku berasal dari Zyba menolongnya dari serangan gurita raksasa. Orang itu tewas ditembak para penyelam. Sebelumnya ia memberikan sabuk sinar pelangi kepada Dhanus. Sabuk ini menjadi senjata andalan Aquanus. Nama Aquanus berasal dari Aqua yang berarti air, dan Nus dari Dhanus.
4. Pangeran Mlaar
http://hermawayne.blogspot.com
Pangeran Mlaar adalah tokoh komik ciptaan Hasmi. Mlaar adalah Putra Mahkota suatu kerajaan di planet Covox. Setelah terbunuhnya ayah Mlaar oleh komplotan Menteri Telern dan Putri Kepala Perak, Mlaar dilarikan oleh pamannya yang seorang ilmuwan jenius. Berkat suatu rekayasa oleh pamannya, Mlaar mempunyai kemampuan elastisitas yang bisa membuatnya mulur dalam batas tertentu.
5. Caroq
http://hermawayne.blogspot.com
Caroq adalah seorang karakter superhero Indonesia karya Ahmad Thoriq. Caroq diciptakan pada tahun 1992. Nama aslinya adalah Ongko yang berprofesi sebagai sopir taksi. Ia memiliki kekuatan magis untuk mengubah dirinya menjadi seorang superhero. Caroq memiliki 2 bilah celurit sakti yang panjang. Musuh bebuyutannya adalah Si Tangan Empat dan Si Bengis.
6. Jin Kartubi
http://hermawayne.blogspot.com
Jin Kartubi adalah tokoh komik ciptaan Hasmi pada tahun 1968. Kartubi adalah jin raksasa hamba Maza. Apabila Maza memerlukannya, ia tinggal menggosok pisau belatinya. Kartubi akan segera muncul dengan tertawa terbahak-bahak.
Kartubi sebenarnya adalah pangeran di negeri jin yang disebut kerajaan Mbegadud. Ayahnya adalah raja Mansuk Lezus. Saudara-saudaranya yang jahat memasukannya ke dalam botol dan membuangnya. Ia memasuki mimpi Kanigara (alter ego Maza) bahwa ia akan mengabdi kepadanya dan masuk ke dalam belatinya. Wujud raksasa Kartubi sering dipergunakan Maza dalam menghadapi ancaman raksasa seperti Xephros dan siluman-siluman raksasa di pulau hantu. Kemampuannya untuk terbang sangat dimanfaatkan para superhero yang tidak dapat terbang untuk transportasi udara.
7. Kalong
http://hermawayne.blogspot.com
Kalong atau Calong adalah tokoh komik ciptaan Hasmi. Muncul pertama kali pada tahun 1972 dalam Calong Anak Kelelawar. Agus Supriyadi bersembunyi dalam sebuah peti supaya bisa ikut dalam rombongan ekspedisi arkeologi ke pegunungan Dieng yang dipimpin oleh ayahnya. Agus yang sebetulnya tidak boleh ikut oleh orangtuanya terpaksa harus tinggal di sekitar tenda bersama seorang pegawai ayahnya. Seorang anak buah Isman yang lain ikut dalam komplotan yang akan memeras ayahnya. Menyadari bahaya dari orang yang kemudian mengejarnya, Agus berlari dan terperosok ke sebuah jurang dan pingsan.
Agus yang bangun dari pingsannya tersesat sampai ke sebuah gua. Di dalam gua yang penuh dengan kelelawar itu, Agus bertemu dengan bangsa manusia kelelawar dari kerajaan Laksa Bantala di ujung gua. Rajanya yang bernama Xamfereet memberinya sebuah benda ajaib yang bila ditempelkan di kening akan merubahnya menjadi superhero cilik yang disebut Kalong. Kalong kemudian menggagalkan usaha pemerasan anak buah ayahnya. Kalong dapat terbang seperti kelelawar, kebal senjata. Ujung jarinya bisa memancarkan sinar pemaham. Apabila sinar itu dikenakan pada hewan, maka hewan itu bisa mengerti dan berbicara untuk memberi keterangan yang jujur.
8. Sembrani
http://hermawayne.blogspot.com
Sembrani adalah tokoh komik ciptaan Hasmi. Muncul pertama kali dalam serial Gundala 1000 Pendekar tahun 1974. Tangguh sedang berada di tepi kawah gas beracun di Dieng, ketika ada sesuatu yang membuatnya tertarik turun ke kawah. Sebuah pesawat angkasa ternyata telah jatuh ke dalam kawah. Kehadiran benda itu rupanya menetralisir racun gas. Lewat proyeksi 3 dimensi, Otohrb, seorang panglima perang yang telah lama mati dalam pertempuran di sistem bintang Ristuty berbicara padanya. Dia memberi Tangguh sebuah kalung yang dapat merubahnya menjadi seorang superhero yang bernama Sembrani. Sembrani mempunyai kemampuan untuk menetralisir medan magnet maupun medan listrik, menetralisir racun dan dapat terbang.
9. Zantoro
http://hermawayne.blogspot.com
Zantoro berasal dari keluarga yang kurang harmonis, adiknya yang bernama Mantoro tinggal bersama sang ibu, sedangkan Zantoro tinggal bersama sang ayah. Sang ayah merupakan seorang pedagang dan ahli dalam pembuatan senjata tajam. Zantoro juga mewarisi kemampuan sang ayah dalam membuat senjata tajam dan juga ahli dalam memainkannya. Zantoro amat benci dengan kejahatan, ia akan merasa sangat geram jika melihat tindak kejahatan di depannya, dan tak sedikit penjahat kelas teri dan kelas kakap yang berhasil diringkus oleh Zantoro.
10. Merpati
http://hermawayne.blogspot.com
Sedhah adalah seorang wartawati yang sedang menolong ayahnya yang diculik terjatuh ke dalam sebuah jurang dan ditolong oleh segerombolan merpati yang kemudian membawanya ke Ratu Merpati. Ratu Merpati memasukkan Sedhah kedalam suatu ramuan ajaib yang membuat Sedhah memiliki kekuatan super dan dikenal dengan sebutan “Merpati.”dedongkot-kotel.blogspot.com
Baca Selengkapnya di Sini kawan ...

Pulau Onrust, Pulau Bersejarah Indonesia yang Terlupakan

Pulau Onrust merupakan salah satu pulau di Kabupaten Kepulauan Seribu, Jakarta yang letaknya berdekatan dengan Pulau Bidadari. Pada masa kolonial Belanda, rakyat sekitar menyebut pulau ini adalah Pulau Kapal karena di pulau ini sering sekali dikunjungi kapal-kapal Belanda sebelum menuju Batavia. Di dalam pulau ini terdapat banyak peninggalan arkeologi pada masa kolonial Belanda dan juga sebuah rumah yang masih utuh dan dijadikan Museum Pulau Onrust.



Ini dia pulau "ONRUST" . Nama 'Onrust' diambil dari bahasa Belanda yg artinya 'Tidak Pernah Beristirahat' atau dalam bahasa Inggrisnya 'Unrest'.


Terdapat pula sebuah makam yang konon kabarnya merupakan makam dari pemimpin pemberontakan DI/TII yaitu Kartosoewirjo.
Sejak penjajahan bangsa Belanda di Indonesia, Pulau Onrust menjadi pulau yang sangat strategis sekaligus sangat sibuk. Onrust yang memiliki nama lain sebagai Pulau Kapal memang senantiasa sibuk disinggahi kapal-kapal VOC. Selain itu Pulau Onrust menjadi markas Belanda yang penting untuk menyerang daratan Jakarta.


Seiring berkurangnya pengarush Inggris di Hindia Belanda, pada tahun 1848, Belanda masuk kembali ke Pulau ini dan difungsikan sebagai Pangakalan Angkatan Laut. Namun pada tahun 1883, sarana prasarana yang telah dibangun oleh belanda kembali hancur berat akibat gelombang Tidal letusan gunung Krakatau. Pada tahun 1911 s.d. 1933, Pulau Onrust diubah fungsinya sebagai Karantiana Haji. Masyarakat Indonesia pada saat itu yang akan naika haji ke Mekah dikarantina terlebih dahulu di pulau ini baik ketika pergi maupun sepulangnya. Hal ini merupakan taktik dari Belanda untuk menekan pengaruh ulama-ulama pada masa itu. Belanda tahu bahwa pergoalakan/pemberontakan yang dilakukan oleh rakyat Indonesia pada saat itu karena dipengaruhi oleh besarnya kharismatik ulama dimata rakyatnya.

Pada awal masa kemerdekaan, Pulau Onrust dimanfaatkan sebagai rumah sakit Karantina bagi penderita penyakit menular dan penyakit kusta/lepra dibawah penganwasan Departemen Kesehatan hingga awal tahun 1960, dan para penderita penyakit lepra saat ini ditampung di RS Sintahala Tangerang. Selain itu pulau ini juga pernah dimanfaatkan sebagai penampungan gelandangan dan pengemis dan juga latihan militer. Tahun 1968 pulau Onrust dijarah habis-habisan sehingga banguan bersejarah lenyap menyisakan puing-puing saja. Setelah peristiwa tersebut, pulau Onrust menjadi sepi tidak sesuai lagi dengan namanya. Walaupun sekarang Pulau ini sepi, jejak-jejak kesibukasnnya masih bisa ditelusuri. Beberapa bangunan masih tersisa dan masih dimanfaatkan sebagai penginapan. Sisanya adalah bekas-bekas fondasi bangunan yang menyisakan kepiluan yang menyesakan. Untuk melestarikan peninggalan sejarah yang terdapat di Pulau ini maka berdasarkan kekputusan Gubernur KDKI Jakarta No. Cb. 11/2/16/1972 pulau ini dinyatakan sebagai Pulau bersejarah yang dilindungi. Kemudian melalui SK Gubernur DKI Jakarta 134 tahun 2002 taman Arkeologi Pulau Onrust ditetatpkan sebagai UPT di lingkungan Dinas kebudayaan dan Permusiuman DKI
Baca Selengkapnya di Sini kawan ...

BAHASA OIRATA Terancam Punah, Penggunaannya Semakin Sedikit

Oleh on Thursday, 28 February 2013

JAKARTA–Lembaga Pengetahuan Indonesia mengungkapkan Bahasa Oirata di Pulau Kisar, Kabupaten Maluku Barat Daya, Maluku, tergolong bahasa yang terancam punah di Indonesia.
“Transmisi Bahasa Oirata antargenerasi sudah hampir hilang dan penutur aktif bahasa ini telah semakin berkurang,” kata peneliti dari Lembaga Pengetahuan Indonesia (LIPI), Soewarsono dalam seminar tentang “Pemertahanan Bahasa/Budaya Oirata Dalam Upaya Membuat Bahasa Oirata Menjadi Bahasa Tulis” di gedung LIPI, Kamis (28/2/2013).
Seminar itu dihadiri sekitar 40 peneliti muda dan senior lainnya dari LIPI.
Terdorong untuk menyelamatkan Bahasa Oirata dari kepunahan, maka Soewarsono bersama dua rekan lainnya dari LIPI, Nazarudin dan Leolita Masnum, meneliti bahasa tersebut pada 2011 dan 2012.
Dia mengatakan dalam penelitian tersebut mereka menemukan penutur jati Bahasa Oirata semakin berkurang seiring berlalunya waktu.
“Penutur jati berusia di atas 50 tahun sering melakukan alih kode (switch code) ke dalam bahasa Melayu Ambon jika sedang berbicara dengan anak-anak dan cucu mereka,” ujarnya.
Tentu hal itu akan membuat penggunaan sehari-hari bahasa Oirata dalam rumah semakin berkurang.
Sementara itu, peneliti lainnya, Nazarudin mengatakan penutur jati Bahasa Oirata yang dipercaya untuk melakukan tuturan adat dalam pernikahan pun semakin sedikit.
Karena itu, Nazarudin mengatakan timnya pada tahun ini akan memfokuskan penelitian pada aksara Bahasa Oirata guna mendapatkan seberapa perlu bahasa ini memiliki “ortografi.”
“Pada penelitian ke tiga tahun ini akan diarahkan untuk mencari solusi terhadap masalah kebahasaan dalam rangka menyusun pengembangan dan perlindungan bahasa Oirata dan kebudayaan Oirata,” ujar Nazarudin.
1.500 orang Bahasa Oirata digunakan oleh masyarakat Oirata di dua desa yaitu Desa Oirta Barat dan Desa Oirata Timur di Pulau Kisar, Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku.
Penduduk kedua desa itu berjumlah sekitar 1.500 orang, tetapi sebagian besar menggunakan Bahasa Melayu Ambon dan sangat sedikit dari mereka yang mampu berkomunikasi dalam Bahasa Oirata.
Karena itu Nazarudin menjelaskan bahwa pengembangan ortografi bahasa ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam upaya pemertahanan bahasa yang terancam punah itu.
Dia menambahkan bahwa dokumentasi Bahasa Oirata yang telah dibuat pada penelitian tahun-tahun sebelumnya baru terbatas pada percakapan dasar dan tuturan dalam pernikahan adat.
“Sebab itu pada tahun ini kami akan memperluas dokumentasi Bahasa Oirata ke ranah pendidikan dan ranah jual beli,” lanjut dosen linguistics di Universitas Indonesia itu.
Menurutnya, perluasan dokumentasi bahasa Oirata ke dalam dua ranah tersebut dianggap sangat penting untuk melihat masyarakat di dua desa itu dapat berinteraksi dalam bahasa mereka sendiri secara langsung. (Antara/wde)

Baca Selengkapnya di Sini kawan ...

Bahasa Daerah di Indonesia Nyaris Punah!

Tari Topeng Menorphoto from http://lpsn.or.id
Kali ini tema postingan saya adalah tentang kebudayaan Indonesia. Iya kalian harus bangga loh jadi penduduk Indonesia, karena Indonesia "sebenarnya" adalah negara yang indah dan luar biasa kaya *jangan ngomongin pemerintahnya yang banyak berita korupsinya dulu deh ya*. Tapi kadang kita suka gak sadar dan gak mau peduli dengan segala kekayaan alam maupun kebudayaan yang ada di Indonesia. Makanya jangan heran ya kalo mulai banyaknya kebudayaan di Indonesia yang hampir punah. Saat ini ada kira-kira 40 seni asli Jawa Barat yang hampir punah antara lain seperti Topeng Menor, Ronggeng Ketuk  dan Ngaguyah Hujan. Selain dari Jawa Barat ada pula dari Sumatera Barat seperti Talempong Unggan, Gandai, dan Tupai Janjang. Jujur saya baru denger Indonesia punya kesenian tersebut. Belum lagi daerah-daerah lain di Indonesia. Atau coba kalian lihat daerah kalian sendiri, jangan-jangan kebudayaan di daerah kalian nyaris punah. >_<

Tari Ronggeng/Ketuk Tilu
photo from google image search

Kesenian Talempong Unggan
photo from google image search

Lalu ya saya juga baru tahu loh bahwa banyak sekali bahasa daerah di Indonesia yang hampir punah bahkan banyak pula yang sudah punah. Seperti yang saya kutip dari kampus.okezone.com :
Dari ratusan ragam bahasa daerah di Tanah Air, 139 di antaranya terancam punah. Bahkan, tercatat 15 bahasa daerah telah punah.
           
"Ke 15 bahasa yang punah adalah 11 bahasa daerah di Maluku, dan masing-masing satu di Sumatera, Sulawesi, Papua Barat dan Kepulauan Halmahera," ungkap Kepala Balai Bahasa Pusat Kemendikbud Dr. Sugiyono kepada wartawan di sela-sela Seminar Internasional Strategi Pelestarian dan Pengembangan Budaya Lokal dalam Bingkai Global di Perpustakaan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (11/10/2012).

Sementara itu, ke-139 bahasa daerah yang terancam punah, menurut Sugiyono, di antaranya adalah 22 bahasa daerah di Maluku, 67 bahasa di Kepulauan Halmahera, 36 bahasa di Sulawese, 11 bahasa di Sumbawa, dan dua bahasa di Sumatera. Dia mengimbuh, khasanah bahasa dan sastra di Indonesia memang sangat beragam. Namun sebagian besar dari keragaman itu dalam kondisi memprihatinkan.
Hal ini bisa terjadi tentu karena banyak faktor, seperti orang tua yang sudah tidak mengajarkan lagi bahasa daerah kepada anaknya, atau mungkin generasi muda menganggap bahasa daerah  "kampungan" sehingga mereka enggan menggunakannya, atau mungkin kurangnya usaha dari pemerintah untuk melestarikan kekayaan Indonesia ini. Selain itu fenomena generasi muda yang lebih tertarik untuk mempelajari bahasa asing tidak dibarengi dengan ketertarikan mereka mempelajari bahasa daerah mereka sendiri, iyaa saya juga gitu koq *malu*.
Dan ternyata bahasa Lampung, iya yang di Selatan Sumatera itu, juga hampir mengalami kepunahan loh. Seperti dikutip dari bahasa.kompasiana.com :
Banyak ahli bahasa yang memprediksi bahwa bahasa Lampung akan punah dalam waktu 60–70 tahun dari sekarang. Kebijakan transmigrasi yang diberlakukan pada zaman pemerintahan Presiden Soeharto sudah mengubah wajah Lampung secara umum.
Lampung tidak lagi didominasi oleh masyarakat bersuku Lampung, justru pendatang. Hal ini turut berpengaruh pada pergeseran pilihan bahasa di masyarakat, di mana bahasa Lampung pada akhirnya tidak lagi menjadi pilihan.
BERDASARKAN hasil studi yang dilakukan oleh Kantor Bahasa Provinsi Lampung dalam buku Persebaran Bahasa-Bahasa di Provinsi Lampung (2008: 1-2), sebaran penduduk di provinsi ini juga tidak lagi didominasi oleh suku Lampung. Masyarakat bersuku Jawa mendominasi dengan 61,88% (4.113.731 jiwa), Lampung 11,92% (729.312 jiwa), Sunda 11,27% (749.556 jiwa), serta suku-suku lainnya seperti Bengkulu, Batak, Minang, dan Bugis 11,35% (754.989 jiwa). Masyarakat pendatang tersebut hidup berkelompok dalam komunitasnya dengan budaya dan bahasanya, sehingga yang terjadi bahasa Lampung saat ini terpojok. Mengingat, persentase penduduk yang bisa terkategorikan sebagai minoritas di tanahnya sendiri.
Alih-alih mengupayakan pelestarian bahasa Lampung, masyarakat kini justru juga berpikir praktis. Penduduk yang bersuku Lampung merasa lebih nyaman menggunakan bahasa Indonesia ketika berkomunikasi dengan pendatang dengan alasan menghormati para pendatang tersebut. Bahasa Lampung hanya digunakan untuk berkomunikasi di lingkungan keluarga, sesama suku, dan upacara adat.
Miris yah bacanya, saya yang bukan berasal dari Lampung aja langsung kepikiran dengan bahasa daerah yang saya sendiri gak begitu bisa, iyaa habis gimana dong lha wong si mamih cuma ngajarin bahasa Jawa ala pasar doang, terus bahasa Bali yang dari SD sampe SMA saya pelajarin di sekolah juga jadi menguap lantaran jarang saya pake ^_^;. Jangan-jangan juga bakalan punah ya bertahun-tahun ke depan. Jangan-jangan nanti bahasa Indonesia ikutan punah berganti bahasa Inggris or yang lagi populer sekarang bahasa Korea *iyaa saya kepikiran loh mau belajar bahasa Korea*. Jangan-jangan besok Asyanti udah sehat trus bisa duet lagi sama Anang *krik krik krik ya ampun kenapa nyasar jadi infotainment gini ya* hihi.

Lalu kemudian kita akan menyalahkan siapa bila sampai beneran punah? Pemerintah daerah? Pemerintah pusat? Lalu kulari ke laut atau pecahkan saja gelasnya biar ramai? *haduh mulai ngaco deh* Dari pada kita menyalahkan orang lain, sudahkah kita melihat diri kita, apa yang sudah kita lakukan untuk ikut melestarikan kebudayaan Indonesia ini?

Seperti teman saya, Sanggi beserta teman-teman sedaerahnya dari Lampung juga yang miris banget waktu tahu bahwa bahasa daerah mereka, bahasa Lampung, nyaris diambang kepunahan. Mereka pun berencana untuk membuat project Film bagi Tanah Lampung, dimana film ini akan menjadi film layar lebar pertama yang mengeksplorasi kebudayaan lokal Lampung dan permasalahan sosial di dalamnya. Wiih keren dan kreatif nyak idenya, nantinya mungkin film ini akan seperti 5cm yang memperkenalkan indahnya Ranu Kumbolo dan puncak Gunung Semeru, atau seperti film The Mirror Never Lies yang memperkenalkan kebudayaan suku Bajo serta kekayaan kehidupan laut di Wakatobi.


Nantinya hasil dari pemutaran film ini akan mereka salurkan untuk mendirikan education center dan area bermain yang educative. Karena saat ini masih banyak adik-adik di daerah yang masih minim pendidikan, dan juga hiburan yang layak bagi usia mereka.
Semoga project ini bisa beneran terlaksana ya, terus bisa dibawa juga di kancah Internasional, jadi bisa memperkenalkan keindahan lain dari Indonesia ke dunia Internasional, trus bisa jadi inspirasi buat daerah lain di Indonesia untuk lebih mencintai budaya daerah mereka, keindahan alam mereka, bukan merusak, tapi merawat, melestarikan, dan promosi daerah mereka tentunya.

Keindahan Pantai Mutun, Lampung
photo from http://techno80.multiply.com
Oh iya project ini membutuhkan dukungan dari teman-teman asli penduduk Lampung, pendatang yang tinggal di Lampung, orang-orang yang tahu Lampung, orang-orang yang care sama budaya Indonesia, para pecinta film, pokoknya semua rakyat Indonesia yang mau mendukung deh, mohon supportnya untuk terlaksananya project ini.
Please beri dukungan serta tanggapan kalian mengenai project ini dengan menuliskan komentar di bawah ya. 
Sumber Bacaan : Dini Setiyorini, Bali
Baca Selengkapnya di Sini kawan ...

Seni Tradisional Lamut: Seharusnya Nggak Mati



By Kopling


Kita punya ratusan, bahkan mungkin ribuan macam budaya dan kesenian. Tapi di antara sekian banyak jenis kesenian yang diwarisi nenek moyang kita itu, berapa banyak yang masih bertahan? Kenapa ada yang bisa bertahan, dan kenapa yang bisa punah atau hampir punah? Karena ada yang kita jaga dan pelihara, tapi ada juga yang nggak. Sayang banget padahal…
Masih ingat dengan seni tari topeng yang hampir punah? Nah, kesenian Indonesia lain lagi yang hampir punah itu adalah sebuah seni tutur dari Banjar (Kalimantan Selatan). Banyak yang mengira kesenian ini mendapat pengaruh dari Timur Tengah, karena kesenian Indonesia kan memang umurnya udah ratusan tahun gitu dan budaya-budaya asing bisa masuk ke sini karena kegiatan niaga dan penyebaran agama. Nah, Lamut ini lahirnya dulu saat Kerajaan Banjar dipimpin Sultan Suriansyah – Raja Banjarmasin pertama yang memeluk Islam dan memerintah tahun 1520-1540. Nggak heran kalo Lamut ini agak mirip sama wayang atau cianjuran, karena Sultan Suriansyah ini masih punya keturunan dari Kerajaan Majapahit. Selain itu, kata “lamut” berasal dari bahasa Arab “laamauta” yang artinya “tidak mati”. Ironisnya, kesenian ini malah sudah atau hampir mati…
Tapi sebenernya, Lamut ini berasal dari negeri Cina, dan awalnya pun pake bahasa Cina. Lamut ini dibawa para pedagang Cina yang datang ke Banjar sekitar tahun 1816. Pada pedagang itu sering bercerita tentang pengalaman-pengalamannya dengan Lamut ini.
Ceritanya, di Amuntai, Raden Ngabe bertemu pedagang Cina pemilik kapal dagang Bintang Tse Cay. Dari pedagang itulah ia pertama kali mendengar alunan syair Cina. Dalam pertemuan enam bulan kemudian, Raden Ngabe mendapatkan salinan syair Cina tersebut, lalu mempelajari dan melantunkannya, tanpa iringan terbang. Lamut mulai berkembang setelah warga minta dimainkan setiap kali panen padi berhasil baik. Ketika kesenian hadrah masuk di daerah ini, Lamut mendapat iringan terbang.
Lamut ini memang kayak wayang sih jam tayangnya, mulai dari jam 10 malam sampai jam 4 pagi. Pertunjukan sastra tutur lamut disebut dengan “Balamut“, sedangkan orang yang membawa cerita dalam Lamut ini disebut “Palamutan“. Seperti dalam budaya Islam, penonton dan pendengar yang perempuan duduknya dipisahkan sama penonton laki-laki. Biasanya Lamut ini jadi acara hiburan di perkawinan dan hari-hari besar keagamaan dan nasional. Ada juga yang make Lamut ini dalam proses pengobatan.

Sekarang, pelakon seni Lamut ini udah tinggal satu orang, dan umurnya udah 69 tahun. Nama bapak tua itu adalah Gusti Jamhar Akbar, yang juga sering dipanggil Amang Lamut. Lebih miris lagi, kakek yang sudah punya 12 orang cucu dan 2 orang buyut ini udah nggak bisa tampil dan pentas lagi karena gendang terbang yang jadi alat bantu untuk pergelaran Lamut ini udah habis terbakar…
Menurut Amang Lamut, kalo cuma bertutur tanpa bantuan si gendang itu, pertunjukannya jadi hambar. Mungkin kayak pertunjukan nyanyi, tapi nggak pake iringan musik gitulah. Padahal tadinya di Kalimantan, Amang Lamut ini sering ngisi acara di Radio Republik Indonesia (RRI) Banjarmasin, dan dia udah melakoni seni ini sejak umur 10 tahun!
Seni Lamut bukan hanya sekedar memiliki nilai seni tradisional khas Banjar, tapi di dalam tutur ceritanya juga disisipi pesan-pesan moral yang bisa jadi pedoman bermasyarakat.“  – H. Suriansyah Ideham, Ketua Lembaga Budaya Banjar (LBB) Kalimantan Selatan.
Masih banyak budaya-budaya Indonesia yang bernasib seperti Lamut, cuma kita nggak tau aja. Kalo hari ini kita aja baru denger kata “lamut”, bisa jadi seratus tahun lagi anak-cucu kita beneran udah nggak tau nama-nama kesenian lainnya yang sekarang masih terbilang eksis.
Salah siapa dong?
Baca Selengkapnya di Sini kawan ...